Baja Di Tepi Sungai Binau: TNI Koramil Songgon Tempa Jembatan Harapan Warga Di Hari Kelima

SONGGON, BANYUWANGI — Di bawah komando langsung Kapten Kav Andoko, Komandan Koramil 0825/20 Songgon, denyut pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III Kodim 0825/Banyuwangi kembali menggelegar di tepi aliran Sungai Binau, Dusun Krajan, Desa Songgon, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (02/04/2026). Sejak pukul 07.00 WIB, apel bersama digelar sebagai pembuka hari kelima Karya Bakti TNI — sebuah tradisi disiplin yang menegaskan bahwa pengabdian kepada rakyat bukan sekadar jargon, melainkan keringat nyata yang tumpah di tanah masyarakat.

Kegiatan hari kelima ini menampilkan kekuatan lintas satuan yang luar biasa. Bati Bakti TNI Kodim 0825/Banyuwangi bahu-membahu bersama anggota dari Koramil 0825/08 Srono, 12 Rogojampi, 13 Singojuruh, 14 Kabat, hingga Koramil 0825/19 Sempu. Tak hanya prajurit baja, warga Dusun Krajan dan Gumukcandi pun turun langsung ke lapangan, bersatu dengan Kepala Dusun Krajan, Bp. Nanang, serta Kepala Dusun Gumukcandi, Bp. Muhklis. Gotong royong sejati antara militer dan sipil ini membuktikan bahwa pembangunan terbaik lahir dari tangan yang bergandengan, bukan dari meja rapat yang jauh dari realita.

Pekerjaan hari kelima berlangsung intensif dan terstruktur. Para prajurit dan warga beradu tenaga dalam pemasangan dan pengecoran siklop pondasi, pembesian kolom, pemindahan material batu pondasi, hingga pemasangan pondasi batu belah — rangkaian pekerjaan berat yang membutuhkan kecermatan dan stamina tinggi. Jembatan yang tengah dibangun ini bukan sekadar konstruksi besi dan beton; ia adalah urat nadi kehidupan yang akan menghubungkan Dusun Krajan dengan Dusun Gumukcandi, membuka akses warga menuju puskesmas, pasar tradisional, sekolah, hingga ladang kebun mereka yang selama ini terputus oleh bentang sungai.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan aman di bawah kendali penuh Komandan Koramil Kapten Kav Andoko. Kehadiran TNI yang terjun langsung ke desa bukan sekadar simbol, melainkan bukti konkret bahwa tentara rakyat sejati selalu hadir di mana rakyat membutuhkan. Dengan fondasi yang kini semakin kokoh, Jembatan Perintis Garuda Tahap III berdiri tak hanya sebagai penghubung dua dusun, tetapi sebagai monumen kebersamaan antara TNI dan masyarakat Banyuwangi yang tak lekang oleh waktu. *(red)*

~Kodim Banyuwangi semakin produktif,

#Produktif,
#Bhirawaanoraga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *