SONGGON, BANYUWANGI, 28 April 2026 — Di bawah langit Dusun Krajan yang masih menyimpan embun pagi, tepat pukul 07.00 WIB, Komandan Koramil 0825/20 Songgon, Kapten Kav Andoko, kembali memimpin barisan prajurit dan warga untuk mengukir sejarah kecil yang bermakna besar. Karya Bakti TNI Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III Kodim 0825/Banyuwangi resmi memasuki hari ke-28, berlokasi di aliran Sungai Binau, Desa Songgon, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi. Bukan sekadar proyek konstruksi biasa — ini adalah perwujudan nyata dari keringat prajurit yang berbaur dengan harapan masyarakat di tepian sungai.
Kegiatan hari ini dihadiri oleh jajaran lengkap kekuatan militer dan sipil: Kapten Kav Andoko beserta seluruh anggota Koramil 0825/20 Songgon, Bati Bhakti TNI dari Staf Ter Kodim 0825/Banyuwangi, Anggota Sibang Kodim 0825, serta personel lintas Koramil yang ditarik dari jajaran 0825/08 Srono, 12 Rogojampi, 13 Singojuruh, 14 Kabat, dan 0825/19 Sempu. Dua tukang tetap dan empat pembantu tukang berpadu tenaga dengan warga Dusun Krajan dan Gumukcandi — sebuah formasi gotong royong yang mencerminkan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat dalam wujud yang paling murni. Apel bersama sebelum bekerja menjadi penanda disiplin dan kesatuan tekad yang tak pernah goyah sejak hari pertama.
Pada hari ke-28 ini, tangan-tangan terampil prajurit dan warga difokuskan pada tiga pekerjaan krusial: pengecoran blok beton angkur, pengelasan angkur seling, serta penggalian dan perabatan pondasi — pekerjaan-pekerjaan teknis berat yang menjadi tulang punggung kekuatan struktural jembatan. Jembatan Perintis Garuda Tahap III ini bukan semata penghubung fisik antara Dusun Krajan dan Dusun Gumukcandi, melainkan sebuah urat nadi kehidupan yang selama ini dirindukan warga: akses menuju Puskesmas, pasar tradisional, sekolah, dan ladang-ladang kebun yang menghidupi ribuan keluarga di sekitarnya.
Seluruh rangkaian kegiatan pada hari ke-28 ini berlangsung dalam kondisi tertib, lancar, dan aman tanpa hambatan berarti. Kapten Kav Andoko, dengan kepemimpinan yang hadir langsung di lapangan — bukan dari balik meja — menegaskan bahwa prajurit Koramil Songgon bukan hanya penjaga keamanan, tetapi juga pembangun peradaban di desa. Jembatan ini, ketika kelak berdiri kokoh melintasi Sungai Binau, akan menjadi monumen diam dari 28 hari keringat, semangat, dan dedikasi tanpa tanda jasa — sebuah warisan nyata yang dibangun bukan dengan anggaran besar, melainkan dengan *keikhlasan berlapis baja*.
~Kodim Banyuwangi semakin produktif,
#Produktif,
#Bhirawaaniraga.
