Koramil 0825/20 Songgon kembali membuktikan kehadiran nyata TNI di tengah rakyat — kali ini bersama Tim Kesehatan Banyuwangi, menyisir penderita DM, TBC, HIV, hingga gizi buruk yang selama ini luput dari jangkauan layanan medis formal.
Sekali lagi Babinsa Koramil 0825/20 Songgon tampil bukan sekadar wajah seragam di balik meja — melainkan ujung tombak yang benar-benar menyentuh nadi kehidupan warga. Pada Rabu, 13 Mei 2026 mulai pukul 07.30 WIB, Pendopo Kantor Desa Sragi, Kecamatan Songgon, berubah menjadi pusat layanan kesehatan darurat rakyat, tatkala Babinsa Sragi Serka Suhartono mendampingi langsung pelaksanaan Cek Kesehatan dan Rontgen Gratis yang digelar Tim Kesehatan Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan berlangsung tertib dan aman, menjangkau tidak kurang dari 200 warga dari tiga desa — Sragi, Sumber Bulu, dan Sumber Arum — yang selama ini kerap tersisih dari akses layanan medis memadai.
· · ·
Sasaran kegiatan bukan sembarangan kelompok — ini adalah mereka yang paling rentan: penderita Diabetes Mellitus (DM), kontak erat pasien TBC, penderita HIV, serta kasus gizi buruk yang nyata ada di balik bukit-bukit Songgon. Tim yang dipimpin Ibu Adytia selaku Ketua Tim dari Banyuwangi, didampingi Kepala Puskesmas Setempat Bapak Dadang beserta jajarannya, bergerak sistematis melayani antrian warga sejak pukul 08.00 WIB. Turut hadir Kepala Desa Sragi Bapak Hartono, kader Posyandu setempat, serta tiga personel Linmas yang membantu pengaturan arus peserta — sebuah kolaborasi lintas institusi yang jarang terlihat rapi di lapangan, namun hari ini berlangsung tanpa hambatan berarti.
“Kehadiran Babinsa di setiap sudut kegiatan bukan formalitas — ini wujud nyata fungsi teritorial yang sesungguhnya. Kami ingin warga Songgon merasakan bahwa TNI hadir bukan hanya saat ada masalah, tetapi juga saat mereka butuh pertolongan mendasar seperti layanan kesehatan. Ini tanggung jawab moral kami kepada masyarakat.”
— Kapten Kavaleri Andoko, Danramil 0825/20 Songgon
Kapten Kavaleri Andoko, Komandan Koramil (Danramil) 0825/20 Songgon, menegaskan bahwa pendampingan semacam ini bukan kegiatan seremonial yang berhenti di angka laporan. Baginya, Babinsa yang turun ke lapangan adalah cermin dari filosofi “masuk ke dalam kehidupan rakyat” yang sejak dulu menjadi ruh prajurit teritorial. Andoko menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat — mulai dari Tim Kesehatan Banyuwangi, jajaran Puskesmas, Kepala Desa, hingga para kader Posyandu — yang bahu-membahu mewujudkan kegiatan ini tanpa sekat birokrasi yang menghalangi pelayanan kepada warga paling membutuhkan.
Kegiatan berjalan hingga tuntas dalam suasana tertib, lancar, dan penuh antusias warga. Ratusan tangan yang mengangkat lengan baju untuk tensi darah, antrean panjang di bilik rontgen darurat, serta senyum lega di wajah para ibu yang membawa balita gizi kurang — semua menjadi pemandangan yang berbicara lebih keras dari sekedar rilis angka. Koramil 0825/20 Songgon sekali lagi menorehkan catatan: bahwa jarak antara prajurit dan rakyat, di Songgon, tidak pernah benar-benar ada.
~Kodim Banyuwangi semakin produktif,
#Produktif,
#Bhirawaanoraga.
