SONGGON, BANYUWANGI, 12 Juni 2026 — Pendopo Kantor Balai Desa Balak, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, mendadak ramai oleh antrian warga sejak pagi hari. Bukan untuk demo, bukan untuk protes — melainkan untuk menjemput harapan. Sebanyak 1.323 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Desa Balak hari ini resmi menerima bantuan pangan dari pemerintah, berupa 20 kilogram beras medium dan 4 liter minyak goreng per keluarga, untuk periode bulan Februari dan Maret 2026. Kegiatan penyaluran yang berlangsung tertib dan kondusif ini tak lepas dari kehadiran Serma Pujiyanto, Babinsa Desa Balak dari Koramil 0825/20 Songgon, yang mendampingi penuh jalannya distribusi dari awal hingga selesai.
Kehadiran aparat TNI di tengah masyarakat paling bawah menjadi simbol nyata bahwa negara tidak absen. Serma Pujiyanto memastikan seluruh proses penyaluran berjalan sesuai prosedur — setiap warga diwajibkan menunjukkan surat undangan, Kartu Tanda Penduduk (KTP), serta Kartu Keluarga (KK) sebelum menerima bantuan. Sistem antrean yang tertib diterapkan untuk menghindari kerumunan dan potensi keributan. Kepala Desa Balak, Kurnia Cahya Samanhudi, yang hadir bersama para staf dan seluruh kepala dusun se-Desa Balak, memimpin langsung sambutan pembuka sebelum proses penyaluran dimulai. Turut hadir pula Bhabinkamtibmas Balak, Briptu Dadang Wibowo, bersama enam petugas dari Bulog yang bertanggung jawab atas distribusi logistik pangan tersebut.
Operasi sosial ini bukan sekadar bagi-bagi sembako — ini adalah garis terdepan ketahanan pangan nasional yang wajib dijaga integritasnya. Babinsa Songgon, Serma Pujiyanto, memastikan tidak ada satu pun KPM yang terlewat maupun ada pihak yang memanfaatkan celah untuk kepentingan pribadi. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah desa, dan Bulog dalam satu meja menjadi formula ampuh yang membuat kegiatan ini berjalan tanpa hambatan berarti. Warga pun menyambut dengan tertib dan penuh rasa syukur, mengambil giliran satu per satu hingga seluruh kuota tersalurkan.
Komandan Koramil 0825/20 Songgon, Kapten Kavaleri Andoko, menegaskan bahwa peran aktif Babinsa dalam kegiatan seperti ini bukan pilihan, melainkan kewajiban. “Babinsa adalah ujung tombak TNI yang langsung bersentuhan dengan kehidupan masyarakat. Pendampingan distribusi bantuan pangan ini adalah bentuk konkret kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami pastikan setiap warga yang berhak benar-benar menerima haknya, tanpa pengurangan, tanpa manipulasi. Selama Koramil Songgon berdiri, kami akan terus hadir di setiap lini kehidupan masyarakat — bukan hanya saat ada ancaman keamanan, tapi juga saat rakyat membutuhkan kepastian dan keadilan,” tegas Kapten Kavaleri Andoko. Kegiatan penyaluran bantuan pangan Desa Balak pun resmi ditutup dalam suasana aman, lancar, dan penuh ketertiban — sebuah cerminan dari sinergi aparat dan masyarakat yang terus diperkuat di wilayah Kecamatan Songgon.
~Kodim Banyuwangi semakin produktif,
#Produktif,
#Bhirawaanoraga.
