Bahu Membahu Tanpa Sekat: Babinsa Koramil Songgon Pimpin Sekitar 75 Warga Cor Pembangunan Masjid, Bukti Nyata TNI Hadir di Tengah Rakyat

Songgon, Banyuwangi — Dini hari belum sepenuhnya sirna ketika semangat gotong royong sudah menyala di Dusun Sroyo Barat Desa Bangunsari, Kamis, (26/2/2026) tepat pukul 07.00 WIB, Babinsa Desa Bangunsari Koramil 0825/20 Songgon, Serka Haryo, turun langsung ke lapangan memimpin kerja bhakti pengecoran pembangunan Masjid Attaubah Warohmah, Desa Bangunsari, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi. Tak kurang dari 75 warga bahu-membahu memanggul peralatan cor, menyingsingkan lengan baju tanpa memandang latar belakang — sebuah pemandangan yang membuktikan bahwa persatuan bukan sekadar slogan, melainkan denyut nyata kehidupan masyarakat Songgon.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 25 Februari 2026 ini dihadiri oleh Kepala Dusun Sroyo Barat Bapak Sugiarso, para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta segenap warga Dusun Sroyo Barat. Serka Haryo tampak tidak sekadar hadir sebagai simbol, melainkan ikut berkeringat di antara warga — mengaduk, menuang, dan memastikan setiap sudut pengecoran berjalan sesuai rencana. Inilah wajah Babinsa sejati: bukan sosok yang berdiri dari kejauhan, melainkan yang pertama kali tiba dan terakhir meninggalkan lokasi.

Komandan Koramil 0825/20 Songgon, Kapten Kavaleri Andoko, menegaskan bahwa kegiatan semacam ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan bagian dari komitmen TNI yang tak tergoyahkan dalam merawat kerukunan dan kebersamaan di tengah masyarakat. *”Babinsa kami adalah perpanjangan tangan negara yang sesungguhnya. Ketika Serka Haryo turun bersama 75 warga mengeringkan keringat demi tegaknya rumah ibadah, itulah esensi Manunggal TNI-Rakyat yang kami jaga setiap hari. Kehadiran lintas elemen — tokoh agama, pemuda, hingga warga biasa — membuktikan bahwa di Songgon, perbedaan adalah kekuatan, bukan jurang pemisah,”* tegas Kapten Kavaleri Andoko dengan nada penuh keyakinan.

Pukul 10.00 WIB, seluruh rangkaian kerja bhakti rampung dengan tertib, lancar, dan aman. Pengecoran Masjid Attaubah Warohmah pun kini selangkah lebih dekat menuju penyelesaian — berdiri kokoh sebagai saksi bisu dari tangan-tangan yang bersatu tanpa sekat agama maupun status sosial. Di Bangunsari, gotong royong bukan warisan yang dilupakan zaman. Ia hidup, berdetak, dan terus dirawat oleh sosok-sosok seperti Serka Haryo yang memilih hadir bukan karena perintah semata, tetapi karena panggilan jiwa seorang prajurit yang benar-benar mencintai rakyatnya.

~Kodim Banyuwangi semakin produktif

#Produktif,
#Bhirawaanoraga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *