Songgon, Banyuwangi – Komitmen nyata TNI dalam mendampingi pembangunan desa kembali terpatri di Desa Bayu, Kecamatan Songgon. Rabu (21/1/2026) siang, Kopka Zarkoni selaku Babinsa Desa Bayu dari Koramil 0825/20 Songgon hadir penuh di Pendopo Balai Desa Bayu untuk mengawal jalannya Musyawarah Desa Penetapan APBDES Tahun Anggaran 2026. Kehadiran Babinsa dalam forum strategis ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud konkret peran TNI sebagai mitra pembangunan yang memastikan setiap rupiah anggaran desa dikelola dengan transparan dan akuntabel. Pukul 13.30 WIB, Kopka Zarkoni duduk bersama Kepala Desa Bayu, Yulia Herlia S.T., Ketua BPD Mustaji beserta anggota, para Kepala Dusun, dan 30 peserta musyawarah lainnya—menciptakan suasana deliberatif yang demokratis namun tetap tertib dan terkendali.
Musyawarah penetapan APBDES ini menjadi momen krusial bagi masa depan Desa Bayu di tahun 2026. Dalam forum yang berlangsung selama satu jam tersebut, Babinsa Koramil Songgon tidak hanya hadir sebagai pengamat pasif, tetapi aktif memantau setiap dinamika pembahasan anggaran—mulai dari alokasi dana untuk infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, hingga program-program prioritas desa. Kehadiran Kopka Zarkoni memberikan efek psikologis positif bagi seluruh peserta musyawarah: ada jaminan bahwa proses penetapan anggaran berjalan sesuai aturan, bebas dari kepentingan kelompok tertentu, dan benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat. Di tengah maraknya isu penyalahgunaan dana desa di berbagai wilayah, peran pendampingan Babinsa menjadi benteng moral yang kokoh bagi tata kelola pemerintahan desa yang bersih.
Menyikapi peran strategis Babinsa dalam forum desa, Komandan Koramil (Danramil) 0825/20 Songgon, Kapten Kaveleri Andoko, memberikan apresiasi sekaligus penekanan tegas. “Babinsa adalah ujung tombak TNI di tingkat desa. Ketika Kopka Zarkoni hadir dalam Musdes APBDES, itu bukan hanya tugas rutin—tetapi amanah besar untuk memastikan pembangunan desa berjalan sesuai rel yang benar. TNI tidak pernah absen dalam proses pembangunan nasional, termasuk di level paling bawah seperti penetapan anggaran desa. Kehadiran Babinsa adalah wujud nyata bahwa kami siap mendampingi, mengawal, dan memastikan setiap kebijakan desa lahir dari musyawarah yang jujur dan demokratis,” tegas Kapten Andoko. Ia juga menekankan bahwa sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan BPD adalah kunci mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Berakhir pada pukul 14.30 WIB, Musyawarah Desa Penetapan APBDES Desa Bayu 2026 ditutup dengan catatan sempurna: tertib, lancar, dan aman terkendali. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran vital Babinsa Koramil Songgon yang konsisten mendampingi setiap tahapan pembangunan desa. Penetapan APBDES yang transparan dan partisipatif ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Desa Bayu untuk melangkah lebih progresif di tahun 2026. Lebih dari itu, kehadiran Babinsa dalam forum-forum strategis desa membuktikan bahwa TNI bukan hanya penjaga keamanan negara, tetapi juga pilar pembangunan yang kokoh—hadir di setiap sudut republik, dari perbatasan hingga balai desa, memastikan roda pemerintahan berjalan adil dan berpihak pada rakyat.
