SONGGON, BANYUWANGI — Di balik hijaunya kawasan Desa Songgon yang berbatasan langsung dengan rimba konservasi, sebuah forum strategis berlangsung sunyi namun penuh bobot. Komandan Koramil (Danramil) 0825/20 Songgon, Kapten Kav Andoto, dengan tegas mengambil posisinya di barisan paling depan dalam Penilaian Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Cagar Alam Janggangan Rogojampi I, Senin (25/5/2026). Bertempat di Pendopo Balai Desa Songgon pukul 08.30 WIB, kehadirannya bukan sekadar protokoler — ini adalah sinyal nyata bahwa TNI tidak pernah absen di setiap lini penjagaan kedaulatan alam Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung tertib, lancar, dan aman itu menyatukan para pemangku kepentingan lintas sektor dalam satu meja besar. Hadir Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember, Kepala Seksi KSDA Wilayah V Banyuwangi, Kepala CDK Banyuwangi, Kepala BKPH Songgon, Camat Songgon, Kapolsek Songgon, hingga Kepala Desa Songgon. Tak ketinggalan Kelompok Masyarakat (Pokmas) Sumber Makmur Desa Songgon yang selama ini menjadi ujung tombak di lapangan. Sebuah formasi kolaborasi yang jarang terbentuk — dan ketika terbentuk, ia menandakan bahwa persoalan konservasi kini diperlakukan dengan serius sebagaimana mestinya.
Kehadiran Kapten Kav Andoto dalam forum tersebut menegaskan komitmen Koramil 0825/20 Songgon sebagai mitra strategis pembangunan berbasis lingkungan. TNI AD tidak hanya hadir di medan tempur, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga ekosistem yang menjadi warisan generasi mendatang. Sinergi antara aparat keamanan, otoritas kehutanan, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal dalam forum ini menjadi model nyata bagaimana konservasi sejati dijalankan — bukan dari balik meja birokrasi, melainkan langsung dari jantung kawasan yang dilindungi.
Penilaian efektivitas ini menjadi momentum kritis untuk mengukur sejauh mana Cagar Alam Janggangan Rogojampi I dikelola dengan standar konservasi yang terukur dan akuntabel. Dengan keterlibatan aktif seluruh elemen — mulai dari otoritas pusat hingga komunitas desa — hasil penilaian ini diharapkan menjadi peta jalan yang konkret bagi keberlanjutan kawasan hijau di wilayah Songgon. Satu hal yang pasti: selama TNI bersama rakyat berdiri satu barisan, hutan ini tidak akan berdiri sendiri.
~Kodim Banyuwangi semakin produktif,
#Produktif,
#Bhirawaanoraga.
