Kapten Kav Andoko Pimpin Gerak Cepat: Hari ke-18, Jembatan Perintis Garuda Terus Tumbuh di Atas Sungai Binau

Karya Bakti TNI Kodim 0825/Banyuwangi membuktikan bahwa baja, beton, dan keringat prajurit adalah jawaban nyata bagi ribuan warga Desa Songgon yang selama ini terputus akses vitalnya.

Banyuwangi — Deru mesin las dan denting besi menyambut fajar di tepian Sungai Binau, Kamis (16/4/2026). Tepat pukul 07.00 WIB, Kapten Kav Andoko, Komandan Koramil 0825/20 Songgon, memimpin langsung apel bersama sebelum kembali mengarahkan ratusan tangan terampil untuk merampungkan mimpi besar warga Desa Songgon — sebuah jembatan penghubung dua dusun yang sekian lama terpisah oleh derasnya aliran sungai. Inilah hari ke-18 Karya Bakti TNI Lanjutan Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III Kodim 0825/Banyuwangi, dan semangat di lokasi proyek itu justru kian membara, bukan padam.

Tidak datang sendirian, Kapten Andoko mengomandoi barisan panjang yang terdiri atas personel Bati Bhakti TNI dari Staf Ter Kodim 0825, Anggota Sibang Kodim 0825, hingga koramil-koramil tetangga — Koramil 0825/08 Srono, 12 Rogojampi, 13 Singojuruh, 14 Kabat, dan Koramil 0825/19 Sempu — bahu-membahu dengan warga Dusun Krajan dan Gumukcandi. Kehadiran lintas satuan dalam satu medan kerja bukan sekadar simbol solidaritas korps, melainkan cermin nyata doktrin TNI Manunggal Rakyat yang hidup, bukan hanya tertulis di atas kertas.

Di hari ke-18 ini, ritme pekerjaan kian terstruktur dan bertubi-tubi tanpa jeda berarti: pemasangan dan pengelasan angkur dikerjakan bersamaan dengan perakitan besi blok beton, sementara tim lain membuka lubang pondasi dan mengecor blok pilon. Pergeseran dan pengangkutan material batu koral turut berlangsung secara paralel — menggambarkan manuver logistik lapangan yang presisi layaknya operasi militer sungguhan. Jembatan yang kelak menghubungkan Dusun Krajan dengan Dusun Gumukcandi ini bukan sekadar konstruksi baja dan beton; ia adalah nadi baru yang akan mengalirkan warga ke puskesmas, pasar tradisional, sekolah, dan ladang penghidupan mereka.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam kondisi tertib, lancar, dan aman — sebuah catatan konsistensi yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi satuan. Bagi ribuan warga dua dusun yang menantikan jembatan ini, setiap las yang menyala, setiap cor yang mengeras, dan setiap tetes keringat prajurit adalah bukti bahwa negara tidak pernah absen dari kehidupan mereka. Jembatan Perintis Garuda bukan sekadar nama — ia adalah janji yang sedang ditunaikan, hari demi hari, dengan seragam loreng dan tekad baja di bawah terik Banyuwangi.

~Kodim Banyuwangi semakin produktif,

#Produktif,
#Bhirawaanoraga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *