Lebih dari 70 warga berkumpul di Masjid Nurul Huda Sumberarum dalam nuansa khidmat tarawih dan kepedulian sosial
SONGGON, BANYUWANGI — Ketika adzan Isya berkumandang membelah langit Dusun Krajan, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, sosok berseragam loreng TNI tampak berbaur khusyuk di antara jamaah yang memenuhi Masjid Nurul Huda, Minggu malam (01/03/2026). Bukan sekadar formalitas kehadiran, Serka Edy Mulyono — Babinsa jajaran Koramil 0825/20 Songgon — hadir sebagai bagian tak terpisahkan dari denyut nadi masyarakat binaannya. Malam itu, Safari Ramadhan 1447 H yang digagas oleh Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) bersama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Songgon resmi digelar, dihadiri tidak kurang dari 70 orang yang terdiri dari tokoh agama, unsur pemerintahan, aparat keamanan, hingga kader-kader muda organisasi Islam dari IPNU, IPPNU, Banser, Ansor, hingga Lazisnu.
Masjid Nurul Huda malam itu bergemuruh dengan shalat Isya berjamaah, dilanjutkan shalat tarawih dan witir yang dipimpin Ustad Afandi Ali. Rangkaian sambutan bergulir dari Ketua Takmir H. Afandi, Kepala Desa Sumberarum Supriyono SH, Ketua MWC NU Tanfidziah Kecamatan Songgon Hasan Bisri SPd, hingga Kapolsek Songgon AKP Wahyono SH. Puncak kekhidmatan terasa saat Ustad Husmaitullah selaku Syuriah NU Kecamatan Songgon melantunkan Maulidah Hasanah yang menyentuh kalbu seluruh jamaah. Kegiatan tidak berhenti di ritual ibadah semata — Tim Kesehatan Puskesmas Songgon yang turut hadir memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada seluruh warga, meneguhkan bahwa Ramadhan sejati adalah bulan kepedulian menyeluruh terhadap sesama.
Komandan Koramil 0825/20 Songgon, Kapten Kavaleri Andoko, menyampaikan apresiasi tinggi atas sinergi yang terjalin dalam kegiatan tersebut. “Kehadiran Babinsa di tengah kegiatan keagamaan seperti Safari Ramadhan ini bukan sekadar rutinitas tugas, melainkan wujud nyata komitmen TNI untuk selalu bersama rakyat dalam setiap sendi kehidupan. Serka Edy Mulyono mencerminkan prajurit yang paham bahwa keamanan sejati lahir dari kepercayaan masyarakat, dan kepercayaan itu dibangun melalui kehadiran nyata, bukan sekadar instruksi,” tegas Kapten Kavaleri Andoko. Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi lintas unsur antara TNI, Polri, tokoh agama, pemerintah desa, dan organisasi kemasyarakatan adalah formula ampuh dalam menjaga kondusivitas wilayah, khususnya di bulan Ramadhan yang penuh berkah namun juga rawan gesekan sosial.
Safari Ramadhan Forpimka Kecamatan Songgon dipastikan akan terus bergulir ke berbagai titik wilayah sepanjang bulan suci ini. Kehadiran Babinsa yang konsisten dari panggung ke panggung, dari surau ke surau, menjadi bukti nyata bahwa TNI bukan entitas yang jauh di balik tembok barak, melainkan jiwa yang menyatu dengan harapan dan kebutuhan rakyat. Di penghujung malam, saat doa penutup Ustadz Husnan menggema ke langit Songgon, terasa betul bahwa persatuan antara TNI, Polri, ulama, pemerintah, dan masyarakat bukan hanya slogan semata — melainkan kekuatan nyata yang menjadi benteng terdepan ketertiban dan ketenteraman di bumi Banyuwangi. *(Red)*
~Kodim Banyuwangi Semakin produktif,
#Produktif,
#Bhirawaanoraga.
