Babinsa Koramil Songgon Kawal Ketat Penyaluran BLT DD: Jamin Transparansi Bantuan Rp 900 Ribu Per KK

Songgon, Banyuwangi – Dalam upaya memastikan tepat sasaran dan nol penyelewengan, Serka Eko Purwanto, Babinsa Desa Songgon dari Koramil 0825/20 Songgon, turun langsung mengawal penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) periode IV Tahun Anggaran 2025. Aksi pengawalan ketat ini dilaksanakan Senin (29/12/2025) di Pendopo Kantor Desa Songgon, menyasar 34 kepala keluarga penerima bantuan untuk periode Oktober hingga Desember 2025. Kehadiran unsur TNI dalam pendampingan program bantuan sosial ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga agar setiap rupiah bantuan negara benar-benar sampai ke tangan rakyat yang berhak.

Acara yang dibuka langsung oleh Kepala Desa Songgon, Moh. Qoderi, SH, berlangsung dengan pengawalan ketat triple force: TNI diwakili Babinsa, Polri melalui Aiptu Subakti dari Babinkamtibmas Polsek Songgon, serta petugas Bank Jatim sebagai penyalur dana. Sinergi tiga pilar ini menciptakan sistem check and balance yang solid, memastikan tidak ada celah untuk praktik pungutan liar atau manipulasi data penerima. Penyaluran secara simbolis oleh Kepala Desa dilanjutkan dengan distribusi langsung kepada 34 warga, dalam suasana tertib dan penuh kehangatan.

Komandan Koramil 0825/20 Songgon, Kapten Kaveleri Andoko, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Babinsa di wilayah binaannya. “Pendampingan program BLT DD ini bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk tanggung jawab moral TNI dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Babinsa kami hadir untuk memastikan bantuan sosial benar-benar menjadi solusi bagi keluarga prasejahtera, bukan ajang permainan oknum tidak bertanggung jawab,” tegas Danramil Andoko dengan nada tegas namun penuh empati. Ia menegaskan, seluruh Babinsa di wilayah Koramil Songgon telah mendapat instruksi khusus untuk aktif mendampingi setiap program pemerintah yang menyentuh hajat hidup orang banyak.

Keberhasilan penyaluran BLT DD periode IV ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi sipil-militer dalam pembangunan desa bukan utopia. Dengan pengawalan Babinsa yang intens, transparan, dan akuntabel, program bantuan pemerintah dapat berjalan sesuai koridor tanpa hambatan berarti. Masyarakat Desa Songgon pun merespons positif kehadiran TNI, yang kini tidak hanya dikenal sebagai penjaga keamanan, tetapi juga mitra strategis dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat di level paling bawah. Songgon memberi contoh: ketika aparat negara bersinergi, rakyat kecil yang menang.

~Kodim Banyuwangi semakin produktif,

#Produktif,
#Bhirawaanoraga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *