BANYUWANGI – Kepala Desa Tapanrejo, Drs. Sulaiman, membantah keras adanya rencana penggusuran Pasar Tapanrejo di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi. Ia menegaskan bahwa keberadaan pasar tradisional akan dipertahankan seiring berjalannya proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Klarifikasi ini disampaikan Sulaiman untuk menjawab kegelisahan para pedagang yang khawatir kehilangan tempat berjualan akibat pembangunan tersebut. Faktanya, kawasan pasar justru akan ditata kembali (revitalisasi) guna menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih teratur, higienis, dan nyaman.
“Sudah kami jelaskan dalam pertemuan sosialisasi dan diskusi dengan warga serta pedagang bahwa tidak akan ada penggusuran. Para pedagang harus merasa aman dan bisa melanjutkan usahanya di lokasi ini,” ujar Sulaiman ketika diwawancarai wartawan, Kamis (25/12/2025).
Penataan dengan Pembagian Zona Komoditas
Dalam upaya revitalisasi ini, Pemerintah Desa Tapanrejo akan mengimplementasikan konsep zonasi terkini. Kawasan pasar akan dikelompokkan berdasarkan jenis dagangan untuk mengatasi kepadatan yang selama ini terpusat di bagian utara pasar.
“Akan ada pembagian zona yang tegas: area khusus untuk pedagang daging, sayur-mayur, dan makanan jadi. Penataan ini akan merata dari bagian selatan sampai utara supaya lebih tertib dan sehat,” ungkap Sulaiman.
Di samping pengaturan zona lapak, pengaturan lalu lintas keluar-masuk pasar juga menjadi fokus utama. Pemdes telah merancang jalur tersendiri untuk kendaraan pengangkut material konstruksi KDKMP, sehingga kegiatan transaksi jual beli sehari-hari warga tidak akan terhambat.
KDKMP: Penggerak Perekonomian Lokal
Sulaiman menjelaskan bahwa pembangunan KDKMP bertujuan untuk memperkokoh sistem ekonomi desa, bukan melemahkan pasar yang sudah ada. KDKMP dirancang sebagai penggerak utama, terutama untuk sektor pertanian, dengan menyuplai keperluan dasar seperti pupuk dan pestisida melalui fasilitas gudang yang disediakan.
“Visi koperasi ini adalah melayani kepentingan sektor pertanian, membantu petani mengolah hasil panen yang nantinya dibeli oleh koperasi. Dengan cara ini, nilai ekonomi tetap berputar di lingkungan desa,” jelasnya.
Ke depannya, kawasan tersebut juga akan dilengkapi dengan sarana tambahan, seperti apotek desa yang bisa digunakan oleh pedagang maupun warga secara umum.
Jaminan Perlindungan bagi Pedagang
Mengakhiri pernyataannya, Sulaiman memberikan jaminan perlindungan kepada semua pedagang, termasuk para penyewa kios yang telah berdagang selama bertahun-tahun. Ia menekankan bahwa proyek ini merupakan hasil kesepakatan kolektif melalui forum Musyawarah Desa (Musdes) dan ditargetkan selesai pada akhir Januari mendatang.
“Pasar tetap beroperasi, tetap ada. Jangan sampai Pasar Tapanrejo hilang. Justru kami perbaiki dan benahi supaya lebih baik. Kami jamin tidak ada yang dirugikan atau dipinggirkan,” tegasnya. (***).
